Langsung ke konten utama

PENTINGNYA SIKAP

PENTINGNYA SIKAP

Ada seorang pria yang mencari nafkah dengan berjualan balon disebuah keramaian.
Ia menawarkan berbagai warna, antara lain ; merah, kuning, hijau dan lain-lain. (Seperti lagu saja.....). Saat penjualan lesu, maka ia akan menerbangkan balon yang ada di tangannya. Balon yang berisi helium. Ya ia menerbangkannya ke angkasa... keckarawala. Dan ketika anak-anak melihat balon yang melayang naik ke angkasa tersebut maka beberapa anak menghampiri si pria yang berjualan balon tersebut dan mereka membeli beberapa balon dari pria tersebut. Maka penjualan akan meningkat lagi. Itulah yang dilakukan si penjual balon sepanjang hari.

Suatu hari, ia merasa seseorang menarik jaketnya. Ia menoleh dan melihat seorang laki-laki yang bertanya kepadanya, "Jika Anda melepaskan balon yang berwarna hitam, apakah balon itu akan terbang ?"

Tertarik dengan pertanyaan si anak, sipenjual balon menjawab dengan ramah, "Nak, balon-balon itu terbang bukan karena warnanya, tetapi apa isi balon itulah yang membuatnya terbang."

Demikian pula dengan hidup kita.

Apa yang ada dalam diri kitalah yang penting. Hal yang ada dalam diri kita dan yang membuat kita berhasil adalah SIKAP KITA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...