Akhirnya “Jumatul Ghadhab” itu menemukan “Jumatut Tarhil” (Jumat perginya Mubarak), revolusi Jumat di Mesir yang dimulai pekan terakhir Januari 2011, berakhir pada Jumat ketiga tepat 11/02/2011. Hari bersejarah bagi Mesir dimana kediktatoran Husni Mubarak bisa dihentikan. Kemenangan suara rakyat yang juga menjadi suara Tuhan. Korban ratusan orang akibat bentrokan-bentrokan demonstran tidak sia-sia. Trik-trik mengambil hati rakyat yang mulai berdemo sejak 26/01/11 itu dimulai dengan dibentuknya kabinet Ahmed Shafiq (28/01/11), janji pemilu, janji akan adanya demokrasi, janji reformasi, tapi semuanya tak mempan. Para pengunjuk rasa selama 3 pekan fokus, perubahan rezim tidak hanya sekedar perubahan kabinet, atau sekedar kedok bongkar pasang pimpinan pemerintahan yang ujung-ujungnya masih kroni Mubarak. “Mereka yang menuntut perubahan rezim, tidak mengubah kabinet,” wartawan Al Jazeera Rawya Rageh memberitakan. Ribuan demonstran entah punya keberanian darimana, entah mempunyai tenaga tan...
Blog resmi Novrizal Nurdin – dosen & praktisi. Berisi refleksi pemikiran, analisis, kebijakan publik, dan dinamika sosial-politik