Langsung ke konten utama

PERJALANAN PANJANG HUSNI MUBARAK


Presiden Mesir Hosni Mubarak memulai karier politiknya sebagai seorang teknokrat yang ambisius dan menjunjung tinggi efisiensi. Sosok itulah yang akhirnya membuat hati rakyat Mesir menaruh harapan besar pada Mubarak sehingga bisa memimpin lebih dari lima periode.

Pria kelahiran 1928 itu sempat menempuh pendidikan di akademi militer nasional sebelum bergabung dengan angkatan udara. Mubarak meraih gelar Bachelor's Degree untuk pengetahuan militer pada 1949. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Udara dan kembali meraih gelar Bachelor's Degree untuk pengetahuan aviation. Mubarak yang dikenal rajin juga mengajar di Akademi Angkatan Udara pada periode 1952-1959.

Di bawah Konstitusi Mesir 1971, Presiden Mubarak memiliki kuasa yang luas atas Mesir. Bahkan, dia dianggap banyak orang sebagai seorang diktator, meskipun moderat. Ia dikenal karena posisinya yang netral dalam Konflik Israel-Palestina dan sering terlibat dalam negosiasi antar kedua pihak. Karena itulah akhirnya, Mubarak dipromosikan untuk menjadi kepala angkatan udara dan kemudian wakil menteri pertahanan.

Di tahun 1979, ia menjabat Wakil Presiden Partai Demokratik Nasional (NDP) dan langsung menjabat Presiden Republik Arab Mesir pada 1981. Dia menggantikan Presiden Anwar Al Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal.

Kekuasaan Mubarak selama hampir 30 tahun dilandasi dengan penindasan politik yang dibenarkan sebagai harga dari sebuah kestabilan negara. Oposisinya dalam memerangi ekstrimisme Islam telah membuatnya terkenal di dunia barat. Namun, sosok Mubarak yang menjadi panutan rakyatnya menghilang seiring bertambahnya usia.

Mubarak bukanlah lagi ayah dari setiap warga Mesir seperti yang dulu sering diserukan para warga. Umurnya yang semakin senja menjadikannya tidak seproduktif sedia kala. Untuk itulah warga yang kecewa dengan kinerjanya menuntut dirinya segera menyerahkan jabatan yang dipegangnya kepada orang yang lebih pantas.

Berbagai cara dilakukan para demonstran untuk menggulingkan Mubarak. Mereka membakar kendaraan pihak keamanan serta bangunan-bangunan milik pemerintah daerah. Aksi anarkis terjadi setelah warga Tunisia berhasil menggulingkan kekuasaan Presiden Zine El Abidine Ben Ali dengan berunjuk rasa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...