Langsung ke konten utama

TANGGUNG JAWAB


“Kewajiban yang menjadi keinginan, pada akhirnya akan menjadi kesenangan”
George Gritter

Orang-orang yang memiliki karakter akan menerima tanggung jawab.
Mereka mengambil keputusn dan menentukan sendiri tujuan hidup mereka.
Menerima tanggung jawab berarti menerima resiko dan menanggungnya, walau kadang-kadang tidak menyenangkan. Banyak orang lebih suka tetap berada di zona yang menyenangkan dan menjalani hidup pasif tanpa menerima tanggung jawab.

Mereka tinggal diam sepanjang hidup dan menunggu berbagai hal akan terjadi dan bukannya justru membuatnya terjadi.

Menerima tanggung jawab meliputi pula memperhitungkan risiko dan tidak nekad. Ini berarti mengevaluasi semua hal yang mendukung dan bertentangan, kemudian mengambil keputusan atau tindakan yang paling tepat. Orang yang bertanggung jawab tidak berpikir bahwa dunia memberi mereka kehidupan.

Anda tidak akan dapat mencapai kesejahteraan tanpa berhemat
Anda tidak akan dapat memperkuat yang lemah dengan melemahka yang kuat.
Anda tidak akan dapat membuat yang miskin menjadi kaya dengan membuat yang kaya menjadi miskin.
Anda tidak akan dapat memberikan jaminan keamanan dengan meminjam uang.
Anda tidak akan dapat menolong para penerima upah dengan melumpuhkan pemberi upah.
Anda tidak akan membentuk karakter dan keberanian dengan merenggut inisiatif dan kemerdekaan seseorang.
Anda tidak akan dapat meningkatkan tali persaudaraan dengan menyebar kebencian.
Anda tidak akan dapat keluar dari masalah jika besar pasak dari tiang.
Anda tidak boleh selalu membantu orang dengan melakukan apa yang mereka bisa dan mereka lakukan sendiri.
Abraham Lincoln

Presiden sebuah perusahaan yang memasuki masa pensiun, setelah acara perpisahan memberikan dua amplop yang bertanda No. 1 dan No. 2 kepada presiden perusahaan yang baru dan berkata, “Jika Anda menghadapi krisis manajemen yang tidak dapat Anda atasi sendiri, bukalah amplop No. 2. Pada krisis berikutnya, buka amplop kedua”

Beberapa tahun kemudian, timbul krisis besar. Presiden perusahaan itu menuju brankas dan mengeluarkan amplop pertama. Dalam amplop itu tertulis, “ Salahkan pendahulu Anda atas krisis ini.” Beberapa tahun kemudian krisis kedua terjadi. Presiden perusahaan itu mengambil amplop kedua, dan dalam amplop itu tertulis, “Siapkan dua amplop untuk pengganti Anda.”

Orang yang bertanggung jawab menerima dan belajar dari kesalahan mereka. Banyak orang yang tidak pernah belajar dari kesalahan.

Kita dapat melakukan tiga h al terhadap kesalahan-kesalahan kita :
- Mengabaikan kesalahan kita
- Mengingakarinya
- Menerima dan belajar dari padanya.

Pilihan ketiga membutuhkan keberanian, pilihan ini berisiko tetapi mendatangkan manfaat. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka kita pertahankan kelemahan-kelemahan kita, lalu mulai membangun kehidupan di sekitar kelemahan-kelemahan itu dan menjadikannya fokus, bukan berupaya untuk mengatasinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...