Langsung ke konten utama

JANGAN MENYEBAR GOSIP

Ingatlah… orang yang suka menceritakan orang lain (Gosip) pada Anda juga menceritakan Anda pada orang lain.

Bercerita gosip dan berbohong sangat erat hubungannya.
Gosip yang didengar sehasta tetapi akan di ceritakan sedepa. Orang yang menyukai gossip tidak memperdulikan urusannya sendiri karena dia tidak punya peduli dan tidak punya urusan.

Seorang yang menyukai gosip lebih tertarik pada apa yang terdengar, bukan apa yang didengarnya.

Gosip adalah seni untuk mengatakan seni untuk mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan dengan tidak merahasiakan apapun.

Gosip dapat menimbukan fitnah. Orang-orang yang mendengar gosip sama bersalahnya dengan orang yang menyebar gosip.

Gosip biasanya akan terjebak pada mulutnya . Gosip tidak menghormati keadilan. Gosip menyakitkan hati, menghancurkan hidup, licik, dan jahat. Gosip sulit ditelusuri karena tidak berwajah dan tidak bernama. Gosip menodai reputasi, menjatuhkan pemerintah, meretakkan perkawinan, meruntuhkan karir, membuat orang tak berdosa menangis, menyebabkan sakit jiwa dan tidak bisa tidur.

Jika Anda menyukai Gosip tanyakan pada diri Anda :
- Apakah itu benar ?
- Apakah baik ?
- Apakah perlu ?
- Apakah saya menyebar gosip ?
- Dan lain sebagainya...

Usahakan agar tida menyebar gosip. Ingat kata-kata yang dangkal berasal dari mulut yang besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...