Langsung ke konten utama

PERHATIAN

Suatu hari, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun pergi ke sebua toko es krim, duduk disebuah meja dan bertanya kepada pelayan,”Berapa harga es krim horen?
Pelayan menjawab,” Tujuh puluh lima sen.” Anak itu mulai menghitung uang di tangannya. Kemudian ia bertanya berapa harga es krim mangkuk kecil. Pelayan itu menjawab dengan tidak sabar,”Enam puluh lima sen.”
Anak itu berkata,”Saya akan membeli es krim mangkuk kecil.” Dia memakan es krimnya, membayarnya, kemudian pulang.
Ketika pelayan itu kembali untuk membereskan meja, dia terkesan.
Di bawah mangkuk ada sepuluh uang logam satu sen sebagai uang tip.
Anak kecil itu mempunyai perhatian kepada pelayan sebelum dia memesan es krimnya. Dia menunjukkan kepekaan dan kepedulian. Dia berpikir tentang orang lain sebelum memikirkan dirinya sendiri.

Jika kita semua berpikir seperti anak kecil itu, maka kita akan memilikil lingkungan yang indah untuk hidup. Tunjukkan perhatian, kesopanan, dan kehalusan budi. Tunjukkan perhatian, kesopanan, dan kehalusan budi. Pikiran yang penuh perhatian menunjukkan sikap budi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...