Langsung ke konten utama

KECEMBURUAN-MENTALITAS KEPITING

Apa itu mentalitas kepiting ?
Tahukah Anda bagaimana orang menangkap kepiting ?
Mereka memasangnya sebuah kotak dengan mengisi satu sisi terbuka agar kepiting masuk ke dalamnya. Kotak tersebut tidak tertutup. Jika kotak tersebut telah penuh dengan kepiting mereka menutup sisi yang terbuka. Kepiting-kepiting di dalam kotak itu dapat dengan mudah merayap keluar dan bebas melalui bagian atas kotak yang tidak tertutup. Namun hal ini tidak terjadi, karena mentalitas kepiting. Ketika ada satu kepiting yang merayap ke atas, maka kepiting yang lain akan menariknya ke bawah, dan tak satupun dari kepiting itu yang dapat keluar. Coba tebak, bagaimana akhirnya ? Mereka semua akan dimasak.

Hal yang sama terjadi pula pada orang-orang yang dibelit kecemburuan. Mereka tidak bergerak maju dalam hidup dan menghambat keberhasilan orang lain. Kecemburan adalah tanda dari harga diri yang rendah. Kecemburuan adalah ciri yang universal. Tantangan terbesar adalah ketika kecemburan menjadi karakter nasional. Negara akan mengalami degenerasi yang menimbulkan konsekuensi-konsekuensi berbahaya bagi generasi-generasi yang akan datang . kecemburan merusak masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEMBILAHAN JAMAN DULU

Soeharto Presidenku : "Presiden Yang Selalu Tersenyum dan Melambaikan Tangan"

Apakah Soeharto benar-benar tidak bisa dimaafkan atas segala dosanya? Apakah kita bangsa yang tidak beragama sehingga untuk memberi maaf kepada orang yang telah berperan besar dan berjasa dalam membangun Bangsa ini? Dimana rasa kemanusiaan kita? Soeharto Keep My President.

KUMPULAN KATA BIJAK ISLAM TENTANG UCAPAN & PERGAULAN

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya” (HR Abu Daud) “Aku tidak pernah berdialog dengan seseorang dengan tujuan aku lebih senang jika ia berpendapat salah” (Imam Syafii) “Kata – kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras” (Hamka) “Barangsiapa memperbanyak perkataan, maka akan jatuh dirinya. Barangsiapa jatuh dirinya, maka akan banyak dosanya. Barangsiapa banyak dosanya, maka nerakalah tempatnya” (Al Hadits) “Sedikit berbicara adalah sebuah hikmah yang amat besar. Oleh karena itu, hendaklah kalian banyak diam, karena banyak diam adalah satu ketenangan hidup dan satu faktor yang dapat meringankan dosa” (Al Hadits) “Bahagia sekali orang – orang yang menahan lidahnya daripada berkata – kata secara berlebih – lebihan dan mendermakan hartanya yang lebi...